MEdia Ngobrol dan Informasi Smada / Smuda Ngawi...
 
IndeksIndeks  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  LoginLogin  

Share | 
 

 mandi malam bahaya gak ya...????

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
titi chety
Lumayan Aktif
Lumayan Aktif


Jumlah posting : 54
Age : 32
Lokasi : blakang ambas and jaTeng
Registration date : 19.05.08

PostSubyek: mandi malam bahaya gak ya...????   Fri May 30, 2008 1:16 pm

Mandi malam hari bukan penyebab rematik
Laporan Iptek dan Kesehatan

MITOS yang selama ini menyebutkan sering mandi pada malam hari akan menyebabkan rematik hanya sekadar rumor. Menurut Ketua PB Ikatan Reumatologi Indonesia, dr. Harry Isbagio, tidak ada hubungan langsung antara mandi malam hari dengan penyakit rematik.

"Mandi malam hari hanya sebagai pemberat saja, artinya dengan mandi malam hari penyakit rematiknya akan semakin parah, itu karena yang bersangkutan memang sudah terkena rematik," kata ahli rematik ini pada simposium rematik yang diadakan oleh Boehringer Ingelheim Pharma Services di Jakarta, Sabtu (6/12).

Selain itu ia juga menyangkal mitos yang beredar di masyarakat bahwa makanan tertentu dapat menimbulkan penyakit rematik. Sampai saat ini, lanjutnya, penyebab pasti yang menimbulkan penyakit rematik belum diketahui, ini sekaligus merupakan kesulitan dalam penemuan obatnya. Penyebab umum yang sering melanda pasien ini ada sekitar 100 jenis dan masing-masing bervariasi antara satu pasien dengan pasien yang lain.

"Tetapi pada pasien penyakit rematik yang belum diketahui sebabnya, bagaimana pun juga membutuhkan obat untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan sehingga bisa beraktivitas seperti biasa," tambahnya.

Harry Isbagio yang juga Kepala Sub Bagian Reumatologi RSCM, Jakarta ini mengungkapkan bahwa penyakit rematik ini bisa menyerang siapa saja dan di segala usia termasuk balita dan anak-anak. Pada anak-anak umumnya disebabkan oleh inflamasi (peradangan) berbeda dengan yang terjadi pada orangtua yang sebagian besar disebabkan oleh pengeroposan," paparnya.

Berdasarkan pengalamannya, selama ini setiap tahun sekitar 1.600-1.800 kasus baru yang berobat jalan di RSCM, tetapi hasil penelitian di daerah menunjukkan pada orang dewasa sekitar 20-22 persen dalam masa hidupnya pernah mengalami gangguan tulang dan sendi. Selama ini pengobatan untuk penyakit jenis ini banyak menimbulkan efek samping seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian di Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Efek samping penggunaan obat anti inflamasi ini adalah blooding (pendarahan) bahkan pada beberapa kasus ada yang sampai menyebabkan kematian. "Yang menarik ternyata penyebab pendarahan tersebut adalah karena pasien membeli sendiri obat-obatan tanpa pengetahuan dokter," kata dr. Harry sembari mengingatkan masyarakat agar berhati-hati membeli obat. Kebiasaan selama ini, lanjutnya, jika terasa sakit si pasien pergi ke dokter. Jika merasa enak, maka dengan inisiatif sendiri membeli obat serupa dan meminumnya seperti anjuran dokter sebelumnya tanpa konsultasi terlebih dahulu. Ini kebiasaan yang berbahaya dan harus dihilangkan, katanya.

Movi-cox

Ia menjelaskan, umumnya pengobatan rematik menggunakan obat-obat NSAID (non-steroid anti-inflammatory drugs). Namun dengan pengobatan ini sering timbul efek samping yang serius seperti pelubangan, ulkus (bernanah) serta perdarahan saluran pencernaan. Sebab cara kerja obat antiinflamasi ini menekan semua prostaglandin dan pemicu rasa nyeri tapi sekaligus juga menekan prostaglanding yang diperlukan untuk kerja faal tubuh seperti ginjal, saraf dll.

Namun kini, Harry yang didampingi Julius Heru S, Group Product Manager Boehringer Ingelheim Indonesia mengatakan kini telah tersedia obat baru hasil terobosan teknologi canggih yang dapat menghilangkan efek samping tersebut. Produk baru dari Boehringer Ingelheim yang berkantor pusat di Jerman ini dinamakan Movi-cox (meloxicam).

Movi-cox ini merupakan NSAID "selective Cox2 inhibitor". Jadi, cara kerja obat ini adalah hanya menekan prostaglandin yang menyebabkaninflamasi (peradangan) dan nyeri sehingga efek sampingnya dapat ditekan. Berbagai hasil penelitian membuktikan bahwa dengan pengobatan ini mempunyai efektifitas anti inflamasi yang lebih baik dibanding peroxicam dalam efek samping gastro intestinal.

Menurut Julius Heru, harga di pasaran untuk obat jenis ini masih rendah 10 persen dibanding obat sejenis yang kini telah beredar. Untuk kemasan 7,5 mg harganya Rp 1.300 sedangkan yang 15 mg harganya Rp 2.100. "Movi-cox ini cukup diminum satu kali sehari," katanya. (tg/mur)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
titi chety
Lumayan Aktif
Lumayan Aktif


Jumlah posting : 54
Age : 32
Lokasi : blakang ambas and jaTeng
Registration date : 19.05.08

PostSubyek: Re: mandi malam bahaya gak ya...????   Fri May 30, 2008 1:19 pm

Mandi Malam penyebab Rematik ???

Dear Piogama,
Perkenalkan nama saya Adi . Saya seorang pegawai perusahaan swasta yang sering pulang dan mandi pada malam hari. Sudah selama setahun ini saya mengalami rasa sakit dipersendian kaki dan tangan saya. Setelah berobat ke dokter, saya didiagnosa mengidap rematik. Yang ingin saya tanyakan, apakah rematik yang saya derita ini akibat kebiasaan saya mandi malam? Dan oleh dokter, saya dipantang untuk makan berlemak seperti jeroan, melinjo dsb apakah memang ada hubungan antara rematik dengan makanan-makanan tersebut?

Terima kasih atas pertanyaannya,
Bapak Adi yang terhormat, rematik sebenarnya terdiridari beberapa jenis. Jenis-jenis rematik tersebut bergantung pada penyebab terjadinya rematik. Sebagian besar rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini pun dapat terjadi mulai dari kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, hingga karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Sebenarnya kebiasaan mandi malam tidak berpengaruh secara langsung terhadap timbulnya penyakit rematik. Mandi malam akan berpengaruh terhadap timbulnya nyeri sendi jika memang sudah memiliki riwayat penyakit rematik. Hal tersebut berkaitan dengan menyempitnya pembuluh darah akibat hawa dingin yang akan berpengaruh pada kurang tersuplainya oksigen ke sendi sehingga terjadilah nyeri.
Dari apa yang telah disampaikan oleh dokter, kami menduga Bapak mengalami rematik yang disebabkan oleh tingginya asam urat. Jeroan, melinjo dan makanan berlemak lainnya banyak mengandung purin, yaitu zat yang dibutuhkan untuk membentuk asam urat. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah dapat memacu kristalisasi asam urat dalam sendi. Akibatnya timbullah nyeri di persendian. Biasanya oleh dokter, selain dipantang untuk memakan makanan-makanan tersebut, juga disertakan obat untuk menghambat terjadinya asam urat, salah satunya adalah allopurinol. Dengan dihambatnya pembentukan asam urat maka proses kristalisasi asam urat di persendian pun berkurang sehingga nyeri yang timbul akan berkurang. Disamping jenis makanan berlemak di atas, konsumsi alkohol ternyata juga memiliki kecenderungan meningkatkan kadar asam urat yang tinggi. (Roes)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
titi chety
Lumayan Aktif
Lumayan Aktif


Jumlah posting : 54
Age : 32
Lokasi : blakang ambas and jaTeng
Registration date : 19.05.08

PostSubyek: Re: mandi malam bahaya gak ya...????   Fri May 30, 2008 1:21 pm

brarti mandi malam ok2 aja donk..
itu merupakan kebiasaan ja kan..
seperti kita mandi pagi dan sore aja..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
titi chety
Lumayan Aktif
Lumayan Aktif


Jumlah posting : 54
Age : 32
Lokasi : blakang ambas and jaTeng
Registration date : 19.05.08

PostSubyek: Re: mandi malam bahaya gak ya...????   Fri May 30, 2008 1:40 pm

Mitos dan Fakta Seputar Rematik
by : Nunik Triana

NYERI di bagian tubuh bisa jadi adalah pertanda munculnya penyakit rematik. Memeriksakan diri ke dokter merupakan keputusan tepat, karena apabila gangguan ini tidak segera ditangani, dapat menyebabkan anggota tubuh berfungsi tidak normal. Mulai dari persendian menjadi benjol-benjol, sendi tidak bisa digerakkan, sampai sulit berjalan.

Penyakit rematik sendiri adalah penyakit yang menyebabkan nyeri dan kaku pada sendi, otot, dan tendon. Keadaan ini dapat berlangsung selama beberapa hari atau beberapa tahun dan dapat menyebabkan gangguan atau cacat yang parah. Penyakit rematik umum terdapat di seluruh dunia dan terjadi pada segala cuaca. Penyakit tersebut setidaknya mengenai satu dari tujuh orang di dunia.

Saking umumnya penyakit ini, diderita tidak hanya oleh mereka yang memasuki usia senja, tapi juga mereka yang belia. Saking popularnya penyakit ini, maka berkembanglah beragam mitos seputar rematik. Tidak semua mitos itu benar. Berikut beberapa mitos yang berkembang di masyarakat dan fakta yang meluruskannya.

Mitos:

Rematik disebabkan oleh cuaca dingin, seringnya mandi malam, terlalu sering mandi, dan sering berada dalam ruangan dingin/AC. Mitos ini memang amat popular. Namun, tidak terbukti kebenarannya. Secara patologis tidak ada kaitan antara mitos tersebut dengan timbulnya penyakit rematik.

Fakta:

Penderita rematik, sama seperti pada orang sehat, di mana setiap kali tubuh terkena air dingin atau suhu dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengerut. Hal ini tentunya bisa menambah rasa nyeri penderita rematik yang sendinya memang sudah sakit. Anjuran yang diberikan pada penderita rematik adalah mandi dengan air hangat sehingga bisa mengurangi nyeri pada persendiannya di samping menggunakan obat-obatan.

Mitos:

Rematik disebabkan oleh makanan seperti jeroan.

Fakta:

Tidak semua penyakit rematik berkaitan dengan konsumsi makanan jeroan. Dari sekitar 100 macam rematik hanya satu yang berkaitan dengan makanan jeroan, yaitu artritis gout atau pirai.

Mitos:

Rematik disebabkan oleh asam urat. Sebagian masyarakat masih percaya bila terkena rematik pastilah kadar asam urat dalam darah tinggi. Hal ini keliru.

Fakta:

Hanya salah satu macam penyakit rematik yaitu artritis gout atau pirai yang diakibatkan oleh kenaikan kadar asam urat, sedangkan penyakit rematik lainnya tidak. Artritis gout atau pirai ini sendiri merupakan jenis penyakit rematik yang menimbulkan rasa sakit yang paling berat.

Mitos:

Rematik disebabkan faktor keturunan. Meskipun mitos ini tidak seluruhnya salah, namun masih tetap harus diluruskan.

Fakta:

Tidak semua penyakit rematik secara langsung diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Ada beberapa jenis rematik memang mempunyai faktor genetik/keluarga yang mendasarinya.

Mitos:

Rematik selalu mengenai orang berusia lanjut sehingga berhubungan dengan proses penuaan.

Fakta:

Ada beberapa penyakit rematik yang memang berkaitan dengan usia lanjut, seperti osteoartritis, namun penyakit artritis sendiri bukanlah monopoli menyerang mereka yang berusia lanjut, karena bisa juga menyerang mereka yang masih muda.

Mitos:

Rematik hanya menyerang perempuan.

Fakta:

Dari sekitar 100 macam penyakit rematik, tidak hanya perempuan yang diserang. Contohnya, untuk jenis penyakit rematik seperti lupus dan artritis reumathoid memang lebih banyak menyerang perempuan ketimbang pria. Sedangkan pada penyakit artritis gout atau pirai dan ankilosis spondilitis ternyata lebih banyak menyerang kaum pria.

Mitos:

Rematik hanya menyerang sendi dan tulang.

Fakta:

Penyakit sendi terutama memang menyerang sendi. Namun, jaringan sekitar sendi juga dapat terkena, termasuk beberapa organ seperti jantung dan ginjal. Penyakit rematik ini dapat diikuti oleh demam, letih, lelah, berat badan turun, dan sebagainya.

Mitos:

Rematik memerlukan antibiotika untuk mengatasi sendi yang bengkak.

Fakta:

Antibiotika hanya digunakan pada artritis yang disebabkan oleh infeksi (septik artritis). Bila tidak ada infeksi, penggunaan antibiotika adalah sesuatu yang tidak perlu. Antibiotika juga tidak diberikan secara rutin walaupun sendi terlihat membengkak dan merah, hal ini berbeda dengan pemberian Obat Anti Radang Sendi (OAINS). Namun, khusus untuk demam rematik (pada anak) diperlukan pemberian antibiotika khusus untuk mencegah kelainan katup jantung.

Mitos:

Semua obat antiradang sendi adalah sama. Mitos ini berkembang seiring banyaknya obat antiradang yang tersedia.

Fakta:

Tidak semua obat antiradang adalah sama, terutama dari segi keamanannya. Penggunaan obat antiradang sendi yang sudah dikenal sejak lama menyebabkan efek samping berupa gangguan pada saluran pencernaan dan fungsi ginjal. Gangguan pencernaan ini bisa sampai menyebabkan perdarahan akibat pecahnya saluran pencernaan sehingga bisa berakibat fatal.

Namun, kini tersedia pengobatan penyakit rematik dengan obat antiradang sendi yang terbaru yaitu obat yang bernama generik Celecoxib di mana efek samping obat ini pada saluran pencernaan dan ginjal berdasarkan hasil penelitian terbukti sangat minimal, hingga bisa dikatakan lebih aman dibandingkan obat antiradang sendi yang lain.

Obat ini bekerja spesifik pada enzim COX-2 yang memicu peradangan. Sementara obat antiradang sendi yang lama menekan COX-1 dan COX-2. Padahal, COX-1 diperlukan untuk melindungi lambung dan ginjal, hingga pada penggunaan obat antiradang sendi yang lama perlu disertai obat penetralisasi lambung.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: mandi malam bahaya gak ya...????   

Kembali Ke Atas Go down
 
mandi malam bahaya gak ya...????
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
- FORUM SMADA NGAWI - :: IPTEK :: Sehat, Kuat, Semangat...Nikmat-
Navigasi: